Media Kalteng News

mknews'
Home » » Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalteng Mencari Dugaan Sumur Bor Fiktif

Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalteng Mencari Dugaan Sumur Bor Fiktif

Written By mediakaltengnews.redaksi@gmail.com on Rabu, 11 September 2019 | September 11, 2019

PALANGKA RAYA MKNews-Menindak lanjuti dugaan Sumur Bor fiktif yang di beritakan berapa media Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah dan pihak terkait lainnya, melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan keberadaan sumur bor yang diduga fiktif di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

"Berdasarkan hasil pengecekan kami, ternyata dugaan sumur bor fiktif itu tidak masuk dalam titik koordinat pembangunan sumur bor yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP),"
DLH Provinsi Kalteng pihaknya tidak tahu temuan tersebut tepatnya disebut apa, sebab sumur bor bukanlah seperti itu.

Kemudian setelah diidentifikasi secara fisik, temuan itu berupa pipa yang ditancapkan dan bisa dicabut. Setelah dicabut pada ujungnya ditemukan baut, diduga merupakan plang penanda.

Pada pengecekan lapangan itu sejumlah titik didatangi oleh tim, mulai dari titik-titik yang disebut adanya dugaan sumur bor fiktif, hingga sumur bor yang merupakan proyek dari Badan Restorasi Gambut (BRG). Bahkan sumur bor yang pembangunannya dilaksanakan oleh UMP langsung diuji dan semuanya berfungsi.

Selain tim dari BRG dan DLH, pengecekan juga melibatkan pihak UMP, Masyarakat Peduli Api (MPA) desa setempat, lembaga swadaya masyarakat serta sejumlah awak media. Melalui pengecekan itu, telah dibuktikan dan diklarifikasi, bahwa dugaan sumur bor fiktif nyatanya bukan proyek BRG.

Usai melakukan pengecekan lapangan Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, saat konferensi Press terkait dugaan sumur bor fiktif itu berada di luar kawasan titik koordinat pembangunan sumur bor BRG yang tertera di peta.

Sebab setiap sumur bor yang dibangun, semuanya memiliki titik koordinat."Kami tidak tahu indikasinya apa, apakah untuk membuat berita negatif atau tidak. Kami pun tidak bisa menduga siapa yang melakukannya. Yang jelas ini menambah kewaspadaan kami terhadap hal-hal serupa kedepannya," ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kalteng itu mengaku, pihaknya baru kali ini menemukan dugaan sumur bor fiktif seperti itu. Kemudian pihaknya juga mempersilakan bila pihak lain ingin melakukan pembangunan sumur bor, diharapkan lakukan koordinasi dengan pihaknya maupun BRG.

Adapun spesifikasi sumur bor BRG, yakni pipa galvanis atau non galvanis, ukuran pipa 1,5 inci, menggunakan elbow atau siku. Rata-rata kedalaman sumur antara 16-20 meter pada kedalaman gambut dua hingga empat meter.

"Saat ini ada sekitar 3.225 sumur bor BRG yang terbangun di Kalteng dengan dana keseluruhan sekitar Rp15 miliar," ungkapnya saat jumpa pers sumur bor di proyek restorasi gambut.

Diharapkan kedepanya kami akan melakukan lebih baik melakukan pengawasan kepada pihak ketiga dalam melaksanakan pembAngunan uang mengunan uang APBD dan terima kasih atas kritik awak media yang tujuanya demi kebaikan bersama dalam pembangunan Kalteng.
Share this article :

Berita Terbaru

Kasad Dampingi Menhan RI Kunjungan Kerja ke Akademi Militer

JAKARTA,tniad.mil.id –MKNews- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI And...

Postingan Populer

Cari

 
Diterbitkan Oleh : PT INOVASI BORNEO MEDIATAMA
Copyright 2018 © | Media Kalteng News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website | Published by Om Iday
Proudly powered by MKNews