Kasi Pembangunan dan LH Bantah Rumor Hubungan dengan Camat Basarang, Suami Turut Angkat Bicara Tak Ada Dasar, Bisa Dituntut Hukum


KUALA KAPUAS, MKNews – Menyikapi beredarnya kabar tak sedap yang mengaitkan dirinya secara pribadi dengan Camat Basarang Nurcahyono, Kepala Seksi Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kecamatan Basarang, Dr.Eka Ristia, S.Skep.,Ns.,M.M.,M.H., angkat bicara. Melalui konfirmasi kepada wartawan, ia menegaskan secara tegas bahwa rumor tersebut tidak benar, tidak berdasar, dan sangat mengada-ada.
 
Menurut Eka, hubungannya dengan Camat Basarang semata-mata sebatas hubungan atasan dan bawahan dalam lingkup kedinasan. “Saya hanya staf yang melaksanakan tugas dan fungsi sesuai tanggung jawab jabatan. Sebelumnya saya pun tidak mengetahui adanya pemberitaan atau isu yang beredar ini,” jelasnya.
 
Sekadar Membantu Komunikasi yang Terputus
 
Ia menjelaskan satu-satunya interaksi pribadi yang pernah diminta Camat hanyalah untuk membantu menghubungi anaknya sekadar menanyakan kabar dan apakah sudah makan. Hal itu dilakukan karena nomor WhatsApp dan kontak Camat telah diblokir secara sepihak oleh istrinya.
 
“Saya bukan satu-satunya yang diminta demikian. Beberapa staf lain juga pernah diminta membantu. Bahkan ada rekan yang sempat mengantarkan makanan ke kediaman keluarga di Jalan Jati Permai, namun justru mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari istri Camat,” terangnya.
 
Ilmu untuk Manfaat Bersama, Bukan Ambisi Jabatan
 
Meski memiliki kualifikasi akademik tinggi sebagai Doktor lulusan universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri, Eka menegaskan ia tidak memiliki ambisi khusus untuk menduduki kursi jabatan tinggi di pemerintahan.
 
“Bagi saya, ilmu pengetahuan yang saya miliki bukanlah alat untuk mengejar kedudukan atau kekuasaan. Ilmu itu berharga sejauh dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan terutama untuk membantu orang lain. Saya hanya berharap apa yang saya pelajari selama ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kapuas,” ucap wanita yang dikenal ramah dan santun kepada siapa saja ini.
 
Kesibukan Padat, Tak Ada Waktu untuk Hal Tak Perlu
 
Di samping itu, ia juga menegaskan memiliki kesibukan yang sangat padat, baik di dalam maupun luar tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Di luar jam kerja, ia aktif mengembangkan usaha sebagai pengusaha telur ayam omega 3 dan pedagang emas, sekaligus menyebarkan manfaat kesehatan serta pengetahuan hukum kepada warga.
 
“Saya memiliki jadwal yang sangat ketat, mulai dari mengurus inovasi program kesehatan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, hingga mengurus usaha dan berbagi ilmu. Tentu tidak ada ruang dan waktu untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan tugas dan profesi saya,” tegasnya.
 
Ia menduga isu ini sengaja disebarkan untuk mencemarkan nama baik dan mengganggu kelancaran usahanya. “Rumor ini dikabarkan berawal dari lingkungan Setda Kapuas, namun hingga kini tidak ada satupun bukti nyata yang dapat ditunjukkan. Ini jelas upaya menjatuhkan kredibilitas saya,” tambahnya.
 
Suami Turut Membantah Tegas
 
Membela nama baik istri, suami Eka, yakni Fernandes, S.Kom., SH., M.H., juga angkat bicara dan membantah keras rumor yang beredar. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak berdasar karena ia mengetahui persis seluruh kegiatan yang dilakukan istrinya, bahkan selalu mendampingi dan mengelola usaha mereka secara bersama-sama.
 
Fernandes juga menegaskan bahwa ia sudah mengenal baik Camat Basarang. “Bagi saya, Pak Nurcahyono sudah seperti saudara sendiri. Kami sering berdiskusi bersama, baik terkait permasalahan hukum maupun berbagi pengalaman dalam dunia pemerintahan. Semua berjalan secara terbuka dan profesional,” jelasnya.
 
Ia pun memberikan peringatan tegas kepada para penyebar isu tersebut. “Saya berharap pihak yang menyebarkan kabar tidak beralasan ini dapat bersikap bijaksana. Perbuatan seperti ini dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik dan fitnah, yang mana dapat kami tindak lanjuti melalui jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
 
Khawatir Sejak Sebelum Bertugas, Ada Andil dalam Bisnis
 
Eka juga menceritakan bahwa kekhawatiran sempat muncul bahkan sejak rencana pemindahan tugasnya ke Kecamatan Basarang disampaikan. “Sejak awal direncanakan mutasi ke sini, istri Pak Camat yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Basarang sudah terlihat khawatir, padahal sebelumnya kami tidak saling kenal dan saya tidak berbuat apa-apa,” ungkapnya.
 
Ia menegaskan dirinya bekerja secara profesional dan bersikap adil kepada siapa saja. Ia juga mengakui bahwa Camat sempat terlibat dalam pendirian agen telur omega 3 miliknya dan suami di Desa Maluen, Kecamatan Basarang – namun hal itu murni ranah bisnis terbuka, bukan urusan pribadi.
 
“Di luar tugas pemerintahan, saya fokus mengembangkan usaha dan mengampanyekan pentingnya konsumsi telur, terutama omega 3, untuk tumbuh kembang anak-anak. Cita-cita saya adalah memajukan perekonomian dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kapuas agar lebih baik lagi,” pungkasnya. (HERI)
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url