Jaga Kelestarian Padi Lokal Unggulan, Pemkab Seruyan Bentuk Forum Lintas Sektor Pengelolaan SDG Pertanian

Kuala Pembuang, MKNews — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan resmi membuka Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) Pertanian sekaligus Pelatihan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Seruyan di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan proyek Conservation for Sustainable Use in Indonesia (C-C-SUI) yang didukung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Global Environment Facility (GEF). Fokus utama dari kolaborasi ini adalah upaya konservasi dan pengembangan pangan lokal, khususnya varietas padi lokal khas Kabupaten Seruyan.

Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, yang hadir mewakili Bupati Seruyan, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ragam varietas padi lokal agar tidak terancam punah di masa mendatang.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program berkelanjutan yang kita laksanakan bersama FAO dan GEF. Seruyan memiliki potensi varietas beras lokal yang sangat kaya seperti Beras Ungu, Garagai, Gaharu, hingga pangan lokal lain seperti Talas Kenta. Upaya konservasi ini penting agar kekayaan genetik kita tidak hilang ditelan zaman," ujar Bahrun Abbas saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Selain aspek pelestarian (konservasi in situ dan on farm), Bahrun Abbas juga menyoroti potensi ekonomi besar yang dimiliki beras lokal Seruyan. Salah satunya adalah Beras Ungu yang menjadi primadona dan selalu diburu masyarakat setiap kali dipamerkan.

"Beras Ungu kita punya cita rasa yang enak, harum, dan kualitasnya sangat baik. Harganya di pasaran bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram, atau hampir dua kali lipat dari harga beras premium biasa. Ini potensi luar biasa yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal jika dikembangkan secara berkesinambungan," jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan produksi, Pemkab Seruyan telah mengidentifikasi sejumlah desa fokus program, di antaranya kawasan di Kecamatan Seruyan Tengah seperti Rantau Pulut dan Desa Durian Tunggal dan desa lainnya, Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk meneliti kandungan gizi serta keunggulan ilmiah dari beras-beras lokal tersebut.

Melalui forum koordinasi ini, Pemkab Seruyan bersama mitra kerja menargetkan terbentuknya lembaga atau forum tingkat kabupaten serta penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT).

Bahrun Abbas berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi formalitas, melainkan mampu melahirkan rekomendasi konkret, pembagian peran antar-pemangku kepentingan (stakeholders), serta masukan kebijakan pembangunan daerah.

"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sangat krusial. Kita ingin masyarakat lokal sebagai penjaga pengetahuan dan varietas asli menjadi aktor utama dalam pelestarian ini," pungkasnya sebelum secara resmi membuka forum koordinasi tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala DKPP Kabupaten Seruyan, Kepala Baperida Kabupaten Seruyan, tim program C-C-SUI, para kepala desa terkait, serta Para undangan lainnya.(Ms)
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url